Template by:
Free Blog Templates

Rabu, 04 November 2009

Drakula Sang Pengkhianat Islam

Ditulis oleh Hafez di/pada Januari 31, 2008

Selama ini, banyak fitnah dan pemalsuan sejarah yang dilakukan musuh-musuh Islam terhadap kejayaan khilafah masa lalu. Kemilau peradaban yang ditebar Islam ke seluruh penjuru mata angin mereka kaburkan. Musuh-musuh Allah mereka buat seolah-olah idola seluruh dunia. Dan kali ini saya akan membawakan fakta sejarah tentang asal usul Drakula, Sang Pengkhianat..siapakah Drakula? Akan terungkap disini

Dibebaskannya Konstantinopel dari suramnya kegelapan jahiliyah oleh Islam sudah diramalkan Rasulullah, dan para sahabatpun berlomba mewujudkan ramalan Rasulullah tersebut..sampai-sampai Abu Ayyub Al Anshari pun menjemput syahidnya dalam pertempuran pembebasan Konstantinopel dan dimakamkan disana. Namun akhirnya cita-cita yang diidamkan para sahabat yang mulia itu diwujudkan oleh seorang pemuda berusia 23 tahun, Sultan Muhammad II hingga beliau mendapat gelar Al Fatih (Sang Penakluk) dan kemudian beliau tersohor dengan nama Muhammad Al Fatih…jembatan yang menghubungkan Asia dan Eropa akhirnya terwujud…Setelah membebaskan Konstantinopel, Sultan Muhammad II tidak berpuas dari dan meneruskan pembebasan Eropa dari masa kegelapan membawa cahaya Islam dan fokusnya adalah Eropa Timur, salah satunya adalah Wallachia.

Wallachia adalah sebuah kota tua yang sejak zaman Romawi kuno hingga perang salib menjadi rebutan karena letaknya memang strategis sebagai persinggahan menuju wilayah-wilayah di Eropa Timur. Selain strategis sebagai pangkalan militer, Wallachia juga subur sepanjang tahun karena dilewati oleh sungai Danube (sungai besar yang membelah Rumania dan Hungaria. Selama perang salib, kota ini diperebutkan oleh Kesultanan Ottoman Turki dan Kerajaan Hungaria. Pada masa pemerintahan Vlad II Wallachia memihak Kerajaan Hungaria namun setelah dilengserkan oleh Sigismund dan kemudian digantikan John Hunyadi, Vlad II memihak pada Kesultanan Ottoman dan merebut kekuasaan kembali dengan bantuan Kesultanan Ottoman. Dari sinilah sejarah Drakula bermula…

Untuk membalas budi pada Ottoman, Vlad II mengirimkan kedua anaknya; Randu dan Drakula ke Turki. Selama di Turki, kedua anak ini dididik secara Islam sesuai tradisi Turki. Selain belajar di madrasah, mereka juga belajar ketrampilan perang. Seiring bergulirnya waktu kedua anak ini tumbuh menjadi dua pribadi yang jauh bertolak belakang.. Randu tumbuh menjadi seseorang yang berperangai lembut dan penurut sedangkan Drakula tumbuh menjadi sosok pembangkang yang kejam. Kalau pengasuhnya memintanya ke Timur, Drakula pergi ke Barat..tak hanya membangkang.. sifat keji Drakula pun makin tampak. Salah satu hobinya di Turki adalah melihat eksekusi penjahat kelas berat yang kepalanya dipancang di alun-alun. Setiap minggu eksekusi atas penjahat kelas kakap atau pengkhianat diadakan di alun-alun..dan salah satu penontonnya adalah Drakula yang akan menyaksikan acara tersebut sampai selesai. Dan disaat senggangnya Drakula sangat suka menyiksa binatang..binatang apapun yang ada disekitarnya ia tangkap dan ditusuk seperti sate. Ia sangat puas melihat binatang-binatang tersebut menggelepar-gelepar menyongsong ajal.

Berpuluh tahun kemudian setelah peperangan Varna, terjadi konflik antara John Hunyadi dan ayah Drakula; Vlad II yang berujung pada pembunuhan Vlad II dan kakak Drakula, Mircea. John Hunyadi kemudian menunjuk keluarga Dan II sebagai penguasa Wallachia. Mendengar ini, Sultan Muhammad II mengirim Drakula bersama ribuan pasukan kembali ke Wallachia untuk merebut tahta. Sesampainya di Wallachia, pertempuranpun pecah antara pasukan Ottoman yang dipimpin Drakula dengan Pasukan Wallachia yang jumlahnya lebih banyak. Namun akhirnya Drakula memenangkan pertempuran dan merebut tahta Wallachia. Bak kacang yang lupa pada kulitnya…setelah merebut tahta, Drakula malah membantai pasukan Ottoman dengan cara yang keji..yaitu disula, yaitu ditusuk dengan kayu di bagian anus sampai tembus ke kepala..setelah kayu tersebut masuk ke tubuh korban, sula tersebut dipancang berdiri..sehingga tubuh korban yang masih hidup itu turun perlahan-lahan karena berat tubuhnya..jadi mulai kayu masuk ke anus sampai tembus ke kepala, korbannya menggelepar-gelepar merasakan sakit yang tak bisa digambarkan dengan kata-kata…Drakula telah mengkhianati Ottoman dan Islam..

Selasa, 03 November 2009

Rabu, 02 September 2009

Rabu,2 september 2009(14.55)

saya yang sedang asik mendengarkan mp3 di komputer langsung kaget ketika merasakan bumi di bawah kaki saya bergetar cukup kencang dan lama!!

lampu2 pun bergetar,juga air di kamar mandi dan dispenser tumpah!!

saya langsung ajah buru2 berhambur keluar rumah!!

ternyata ada gempa berkekuatan 7.3 skala richter yang berpusat di bagian barat daya kota Tasikmalaya yang berkedalaman 30 km.

menurut BMG,gempa ini berpotensi tsunami,stelah gemap tersebut terjadi gempa susulan lainnya dengan kekuatan lebih kecil!!

menurut berita,sejauh ini korban jiwa dinyatakan 3 orang....

Selasa, 25 Agustus 2009

dampak Global Warming
sudah sangat kita rasakan saat ini!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!


wake up ,man!!!

Senin, 24 Agustus 2009


Sabtu, 08 Agustus 2009

Aneka ragam budaya Jepang (bunka, matsuri, ongaku, eiga , iro-iro aru)
Negara Jepang kaya dengan berbagai kebudayaan leluhurnya yang beraneka ragam. Walaupun saat ini perkembangan teknologi di Jepang terus up date dalam hitungan perdetik , namun sisi tradisional masuh terus dilestarikan hingga sekarang ini. Berikut ini adalah salah satu dari berbagai macam kebudayaan Jepang yang masih terus berlangsung hingga saat ini :

Matsuri (祭, Matsuri) adalah kata dalam bahasa Jepang yang menurut pengertian agama Shinto berarti ritual yang dipersembahkan untuk Kami, sedangkan menurut pengertian sekularisme berarti festival, perayaan atau hari libur perayaan.

Matsuri diadakan di banyak tempat di Jepang dan pada umumnya diselenggarakan jinja atau kuil, walaupun ada juga matsuri yang diselenggarakan gereja dan matsuri yang tidak berkaitan dengan institusi keagamaan. Di daerah Kyushu, matsuri yang dilangsungkan pada musim gugur disebut Kunchi.

Sebagian besar matsuri diselenggarakan dengan maksud untuk mendoakan keberhasilan tangkapan ikan dan keberhasilan panen (beras, gandum, kacang, jawawut, jagung), kesuksesan dalam bisnis, kesembuhan dan kekebalan terhadap penyakit, keselamatan dari bencana, dan sebagai ucapan terima kasih setelah berhasil dalam menyelesaikan suatu tugas berat. Matsuri juga diadakan untuk merayakan tradisi yang berkaitan dengan pergantian musim atau mendoakan arwah tokoh terkenal. Makna upacara yang dilakukan dan waktu pelaksanaan matsuri beraneka ragam seusai dengan tujuan penyelenggaraan matsuri. Matsuri yang mempunyai tujuan dan maksud yang sama dapat mempunyai makna ritual yang berbeda tergantung pada daerahnya.

Pada penyelenggaraan matsuri hampir selalu bisa ditemui prosesi atau arak-arakan Mikoshi, Dashi (Danjiri) dan Yatai yang semuanya merupakan nama-nama kendaraan berisi Kami atau objek pemujaan. Pada matsuri juga bisa dijumpai Chigo (anak kecil dalam prosesi), Miko (anak gadis pelaksana ritual), Tekomai (laki-laki berpakaian wanita), Hayashi (musik khas matsuri), penari, peserta dan penonton yang berdandan dan berpakaian bagus, dan pasar kaget beraneka macam makanan dan permainan.

Sejarah

Matsuri berasal dari kata matsuru (祀る, matsuru? menyembah, memuja) yang berarti pemujaan terhadap Kami atau ritual yang terkait. Dalam teologi agama Shinto dikenal empat unsur dalam matsuri: penyucian (harai), persembahan, pembacaan doa (norito), dan pesta makan. Matsuri yang paling tua yang dikenal dalam mitologi Jepang adalah ritual yang dilakukan di depan Amano Iwato.

Matsuri dalam bentuk pembacaan doa masih tersisa seperti dalam bentuk Kigansai (permohonan secara individu kepada jinja atau kuil untuk didoakan dan Jichinsai (upacara sebelum pendirian bangunan atau konstruksi). Pembacaan doa yang dilakukan pendeta Shinto untuk individu atau kelompok orang di tempat yang tidak terlihat orang lain merupakan bentuk awal dari matsuri. Pada saat ini, Ise Jingū merupakan salah satu contoh kuil agama Shinto yang masih menyelenggarakan matsuri dalam bentuk pembacaan doa yang eksklusif bagi kalangan terbatas dan peserta umum tidak dibolehkan ikut serta.

Sesuai dengan perkembangan zaman, tujuan penyelenggaraan matsuri sering melenceng jauh dari maksud matsuri yang sebenarnya. Penyelenggaraan matsuri sering menjadi satu-satunya tujuan dilangsungkannya matsuri, sedangkan matsuri hanya tinggal sebagai wacana dan tanpa makna religius.

Tiga matsuri terbesar

* Gion Matsuri (Yasaka-jinja, Kyoto, bulan Juli)
* Tenjinmatsuri (Osaka Temmangu, Osaka, 24-25 Juli)
* Kanda Matsuri (Kanda Myōjin, Tokyo, bulan Mei)

Matsuri yang terkenal sejak dulu

Daerah Tohoku

* Nebuta Matsuri (kota Aomori, bulan Agustus) dan Neputa Matsuri (kota Hirosaki, bulan Agustus)
* Kantō Matsuri (kota Akita, bulan Agustus)
* Sendai Tanabata Matsuri (kota Sendai, bulan Agustus)

Daerah Kanto

* Chichibuyo Matsuri (kota Chichibushi, Prefektur Saitama, 2-3 Desember)
* Sanja Matsuri (Asakusa-jinja, Tokyo, bulan Mei)
* Sannō Matsuri (Hie-jinja, Tokyo, bulan Juni)

Daerah Chubu

* Owarafū no bon (kota Toyama, Prefektur Toyama, bulan September)
* Shikinenzōei Onbashira Daisai (kota Suwa, Prefektur Nagano, diadakan setiap 6 tahun sekali, terakhir diadakan bulan April-Mei, 2004).
* Takayama Matsuri (kota Takayama, Prefektur Gifu, bulan April dan bulan Oktober)
* Furukawa Matsuri (kota Hida, Prefektur Gifu, bulan April)

Daerah Kinki

* Aoi Matsuri (Kyoto, bulan Mei)
* Jidai Matsuri (Heian-jingu, Kyoto, bulan Oktober)
* Tōdaiji Nigatsudō Shuni-e atau dikenal sebagai Omizutori (Nigetsu-dō, kuil Tōdaiji, Nara, 12 Maret)
* Kishiwada Danjiri Matsuri (Kishiwada, Prefektur Osaka, 14-15 September)
* Nada no Kenka Matsuri dan Banshū no Aki Matsuri (Prefektur Hyogo, diselenggarakan lebih dari seratus jinja di daerah Banshū dengan pusat keramaian di kota Himeji di bulan Oktober)
* Nachi no Hi Matsuri (Nachi Katsuura, Prefektur Wakayama, bulan Juli)
* Aizen Matsuri, Tenjinmatsuri dan Sumiyoshi Matsuri yang dikenal sebagai "Tiga Matsuri Musim Panas Terbesar di Osaka" (Prefektur Osaka, bulan Juni-Juli)

Daerah Chugoku dan Shikoku

* Saidaiji Eyō (Okayama, Prefektur Okayama, bulan Februari)
* Awa Odori (Tokushima, Prefektur Tokushima, 12-15 Agustus)

Daerah Kyushu

* Hakata Gion Yamakasa (Fukuoka, Prefektur Fukuoka, bulan Juli)
* Nagasaki Kunchi (Nagasaki, Prefektur Nagasaki, 7-9 Oktober)
* Karatsu Kunchi (Karatsu, Prefektur Saga, bulan November)

Pengertian lain

Dalam bahasa Jepang, kata "matsuri" juga berarti festival dan aksara kanji untuk matsuri (祭, matsuri?) dapat dibaca sebagai sai, sehingga dikenal istilah seperti Eiga-sai (festival film), Sangyō-sai (festival hasil panen), Ongaku-sai (festival musik) dan Daigaku-sai (festival yang diadakan oleh universitas).

Shimin Matsuri adalah sebutan untuk matsuri yang diselenggarakan pemerintah daerah atau kelompok warga kota dengan maksud untuk menghidupkan perekonomian daerah dan umumnya tidak berhubungan dengan institusi keagamaan.

Festival dan Matsuri yang lain


* Festival Salju Sapporo (Sapporo, Prefektur Hokkaido, bulan Februari)
* Festival Salju Iwate (Koiwai Farm, Shizukuishi, Prefektur Iwate, bulan Februari)
* YOSAKOI Sōran Matsuri (Sapporo, Hokkaido, bulan Juni)
* Niigata Odori Matsuri (Niigata, Prefektur Niigata, pertengahan bulan September)
* Odawara Hōjō Godai Matsuri (kota Odawara, Prefektur Kanagawa)
* Yosakoi Matsuri (kota Kochi, Prefektur Kochi, 9-12 Agustus)
* Hakata dontaku (3-4 April, kota Fukuoka)
* Hamamatsu Matsuri (3-5 Mei, kota Hamamatsu, Prefektur Shizuoka)
* Wasshoi Hyakuman Natsu Matsuri (kota Kita Kyūshū, Prefektur Fukuoka, hari Sabtu minggu pertama bulan Agustus)

dikutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Matsuri